Sebutlah nama Francesco Totti, apa yang akan
terlintas difikiran anda? Tentu pasti sebuah klub ibukota Roma, dengan simbol
serigalanya, AS Roma. jika anda seorang Romanisti, pasti yang terlintas bukan
hanya difikiran tapi juga dihati, Totti bukan hanya pemimpin, ia adalah ikon
dan simbol Roma, Totti memimpin Roma, ibarat Hitler yang kharismatik memimpin
Jerman, Stalin yang indentik dengan patriotisme pada Uni Soviet, atau Soekarno
yang merupakan Proklamator bangsa Indonesia yang dikenal akan keberaniannya.
Francesco Totti, yang lahir pada 27 September 1976, dari awal karirnya hingga kini, hanya berkostum 1, merah Roma. Totti adalah segelintir kapten dengan kesetiaan diatas rata-rata, masih ada Steven Gerrard di Liverpool, John Terry di Chelsea, Paolo Maldini di AC Milan, Alessandro Del Piero di Juventus, Javier Zanetti di Internazionale, dan masih banyak lagi.
Beberapa tahun terakhir, banyak kapten yang “tidak
bertanggung jawab”, buta harta dan gelar semata. Saat klub yang dibelanya puasa
gelar, akhir-akhir ini santer diberitakan hengkangnya Robin van Persie, tak
tanggung-tanggung, van Persie hengkang ke salah satu rival Arsenal, Manchester
United. Ya, faktor ketidak mampuan Arsenal menjuarai kompetisi yang ada selama
6 tahun, adalah penyebab pengabdiannya 8 tahun membela panji meriam, kini harus
berkhianat kepada Setan Merah. Berbeda dengan ven Persie, atau para kapten
“pengkhianat” yang lain, Totti lah yang mungkin paling sabar, walaupun Roma
hanya berpuasa 4 tahun, tapi tidak merubah fikiran Totti untuk “move on” dari
Roma, terakhir kali, pada musim 2009/2010, ketika 3 gelar bergengsi telah hadir
didepan pintu Olimpico, yaitu Scudetto, Coppa Italia, dan Super Coppa hampir
diraih Totti dan kamerad, Internazionale adalah penghancur semua impian manis
itu, ketiga gelar disabet Internazionale, plus juara Liga Champions. Sejak itu,
Roma harus kembali berpuasa, namun rasa sakit itu tidak membuat Totti berniat
hengkang dari Olimpico, walaupun umurnya memang sudah tidak muda namun masih
banyak klub yang meminatinya, karena Totti dikenal sebagai eksekutor bola mati
yang tak kenal ampun dengan tendangan lurus dan keras.
Setali tiga uang dengan Totti, kompatriotnya di
Roma, Daniele De Rossi, deputi kapten AS Roma yang juga dari awal jatuh
cintanya pada Roma, ia memulai debut profesionalnya di Roma pada tahun 2001,
dan sampai saat ini ia pun tetap berseragam 1, merah Roma. De Rossi adalah
gelandang dan pengatur serangan yang kreatif, ia juga fleksibel ditempatkan
dimana saja. Sejak memilih Serigala, sebagai tambatan hatinya, De Rossi sudah
merasakan 5 gelar, yaitu Scudetto (2000/2001), Coppa Italia (2006/2007 dan
2007/2008), dan Super Coppa (2000/2001 dan 2006/2007). Setelah menjuarai Coppa
Italia tahun 2008, AS Roma berpuasa gelar, namun tidak berbeda dengan Sang
Pemimpin, Francesco Totti, De Rossi pun enggan “move on” dari Ibukota. Akhir
musim kemarin, De Rossi sempat “mempermainkan” klub kaya seperti Real Madrid
dan Chelsea dengan menunda penambahan kontrak, dan memang daripada ia bermain
setengah hati untuk dua klub itu, akhirnya iapun memilih tetap bersama Roma.
Singkat kata, saat loyalitas telah berganti dengan
royalitas, dan nilai kehormatan kini tidak dilihat dari kesetiaan, banyak
pengkhiatan yang terjadi. Namun, itu tidak berlaku bagi klub sekaliber AS Roma,
khususnya fuhrer dan reichfuhrer mereka, Totti dan De Rossi,
kehormatan adalah senilai dengan kesetiaan mereka entah harus menunggu sampai
kapan, dan berjuang sampai kapanpun, Roma tetap memiliki pemimpin dan wakinya
yang setia. Pesan untuk semua supporter klub, tidak terkecuali, sebaiknya
jangan memilih klub hanya melihat jumlah gelarnya saja, atau tebalnya kekuatan
finansial, karena suatu saat nanti, itu semua pupus dan tidak ada “cinta” yang
mampu mempertahankannya. Sekian dari saya, salam.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar